korban

Kemudian kami berempat menuju gubuk itu. Aku mengetuk pintu (*tok, tok permisi ada orang di dalam?). Kemudian di bukalah pintu oleh seorang gadis cantik, aku pun merasa aneh melihat penampilannya seperti orang kerajaan Bali kuno (pakai kain selendang di dada saja dan kamen/kain menutupi bagian bawahnya, dan memakai banyak perhiasan emas).

Gadis itu mempersilahkan kami masuk dan menyediakan makanan yang banyak untuk kami. Karena penasaran akhirnya aku bertanya pada gadis itu, (mbok adalah sebutan mbak untuk orang bali).

Aku: “maaf kami lancang singgah ke rumah mbok, soalnya tadi tenda kami rusak, kami boleh tahu gak namanya mbok siapa?”.
Gadis: (senyum sambil berkata) “namaku Ayu Artika”.
Reva: “tinggal sendirian ya mbok?”.
Ayu: “iya ini sudah aku sediakan makanan untuk kalian silahkan makan”.

Dengan perasaan yang aneh kemudian aku mengambil 1 buah apel dan aku permisi mau ke toilet, lalu aku buang air kecil di buah apel tersebut dan alangkah kagetnya aku ketika buah apel itu berubah menjadi apel busuk. Dengan spontan aku menyuruh teman-temanku untuk lari dari gubuk itu, karena itu adalah gubuk seorang penganut ilmu leak, kemudian teman-temanku melihat wajah gadis itu berubah menjadi setengah manusia setengah setan.

Bertaring, matanya merah, lidahnya panjang menjulur keluar sambil mengeluarkan api dari mulutnya. Kami semua lari terbirit-birit hingga sampai ke perumahan warga, kami

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s