dosa jariyah

post

 

Contoh pada ilmu yang tidak bermanfaat adalah seperti kalau kita mengajarkan ilmu pelet pada seseorang atau pengetahuan tentang cara mencopet.Orang kita ajari kemudian mengajarkan kepada orang lain dan begitu seterusnya sehingga tiap detik akan menjadi “sumbangan” dosa bagi yang mengajarkan pertama kali dan orang yang mengikutinya. Menyebarkan gossip seperti dalam infotai-men dalam banyak tayangan TV pun sebenarnya masuk dalam kategori ilmu yang tidak bermanfaat.Jika gossip itu benar maka pihak yang melakukan aktifitas dapat digolongkan melakukan ghibah,apabila gossip itu salah maka “nilai” akan berubah menjadi fitnah.Nah,bagi para pencinta acara infotai-men dalam kelas gossip,anda sebenarnya dihadapkan dalam dua pilihan,pelaku ghibah atau pelaku fitnah.Silahkan pilih !!!!! Kemudian para pencinta ghibah dan pencinta fitnah tidak akan pernah sampai ke ruang “Para Pencari Tuhan”.Terus jika dalam acara tersebut ternyata melibatkan dai kondang lalu bagaimana?

Kan mereka  cuma kondang aja. Bodoh banget kalo ada umat Islam menjadikan mereka tokoh panutan. Para ustadz yang sering masuk TV dan tenar itu belum teruji imannya hingga sesi akhir hidupnya.

Lho kok?

Lha iya,mana kita tahu ukuran seseorang beriman/bertakwa kecuali Allah. Namun,ada nilai2 dalam Islam yang bisa dijadikan tolok ukur kecintaan seseorang terhadap agama Islam.,,Mereka tahu zuhud itu apa,mereka mengetahui sejarah Rasulullah saw lebih dari yang kita tahu, mereka hafal Al Quran dan Al hadits lebih banyak dari yang kita punya tetapi bagaimana kehidupan mereka sehari-hari ya hanya Allah yang lebih tahu. Kita bicara cintai orang2 fakir tapi mobil kita Babi Ben bukan Senia paling ekonomis.Kita bicara muliakan orang2 fakir tapi kita punya dana untuk “stok” belanja yang cukup satu tahun. Kita bilang santuni janda dan anak2 yatim tapi kita tidak berani umumkan ke umat tentang pe(n)jab(h)at negara atau anggota d(h)ewan rakyat yang aktif korupsi secara jamaah. Apalagi menuntut koruptor….weleh weleh,,,,maaf saudaraku jika ulama di Indonesia masih belum benar-benar menjadi “singa”.

Salah satu contoh adalah partai politik berbasis Islam,saya tidak menghakimi tetapi saya perhatikan bahwa mereka belum pro syariah.Ah sudahlah,kita lanjutkan saja…….

Sedekah pada jalan maksiat dengan harta dari jalan sesat adalah seperti mencuci baju dengan air kencing.Baju tetap mengandung najis dan ditambah najis lagi sehingga akan menimbulkan penyakit yang tidak pernah kita sadari kapan akan menyerang tubuh kita.Dengan kata lain, akan menyebabkan penyakit hati yaitu merasa telah dekat dengan Allah padahal semakin jauh dari Allah.Termasuk di dalamnya adalah memberi nafkah pada keluarga dengan harta yang diperoleh dari “jalur kiri”. Setiap yang tumbuh dari pekerjaan haram akan menimbulkan daging yang haram.Lantas anak2 yang kita upayakan untuk menjadi anak sholeh akan menjadi “boomerang” bagi orang tua karena mereka akan menjadi “ujian” bagi orang tua yang tergoda “berharam-haram” dalam mencari nafkah.

Advertisements
This entry was posted in iman. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s